Dua mahasiswa program studi pendidikan matematika FKIP Untad mengikuti ISIC di London

isic london4

Dua mahasiswa program studi pendidikan matematika FKIP Untad mengikuti ISIC di London, United Kingdom tanggal 9 s.d. 11 November 2013. Kedua mahasiswa tersebut yakni Pujiati Sari dan Andi Rizky Hardiansyah. Keduanya tergabung dalam satu tim makalah yang dipresentasikan di ajang internasional ISIC. Judul makalah yang mereka presentasikan yaitu “Educational game ‘Adventure of Yojo’ based Role Playing Game (RPG) as a creative solution to preserve culture of Central Sulawesi”. Lewat sebuah permainan edukasi berbasis PRG, mereka mengenalkan khasanah kebudayaan Sulawesi Tengah. Indonesian Scholars International Convention (ISIC) atau Temu Ilmiah Internasional Mahasiswa Indonesia (TIIMI) merupakan konferensi internasional bagi mahasiswa Indonesia baik S1, S2, dan S3 yang sedang menempuh studi di berbagai belahan dunia. ISIC merupakan event tahunan yang telah terselenggara untuk ke-13 kalinya dan diselenggarakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) United Kingdom. ISIC dilaksanakan di King’s College London, University of London, UK. Selain dihadiri presenter, kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai speaker ternama, para undangan, dan mahasiswa yang ada di Eropa. ISIC tahun ini mengangkat tema “Emerging Indonesia: Unravelling the Nation’s Potential to Pursue a Dynamic and Innovative Development Regionally and Globally”. Tema yang membahas mengenai pengembangan sumber daya manusia ini dibahas melalui berbagai perspektif yaitu politik, ekonomi, bisnis, industri, perdagangan, pendidikan, budaya, sosiologi, ilmu pengetahuan dan teknologi. Pembahasan menyeluruh ini diharapkan dapat memberikan panduan bagi Indonesia agar menjadi negara yang maju.

Dalam acara konferensi ini dipilih 30 pemakalah terbaik yang diundang ke London untuk mempresentasikan papernya. Seluruh peserta memperoleh fasilitas akomodasi dan transportasi selama konferensi berlangsung. Sekitar Juni 2013 merupakan seleksi awalnya. Kala itu sebanyak 875 abstrak yang masuk ke meja panitia. Dari 875 abstrak tersebut dipilih 80 abstrak. Menuju tahap dua, peserta diminta untuk memasukan gambaran makalahnya (draft paper). Lanjut sekitar Agustus 2013 terpilihnya 30 makalah terbaik yang diundang untuk dipresentasikan di London. Pada tahap akhir ini, peserta yang lolos diminta untuk memasukan full paper atau makalah lengkapnya. Dari 30 tim pemakalah yang diundang, ternyata hanya 19 tim pemakalah yang dapat menghadiri konferensi. Tim yang hadir di konferensi rata-rata beranggotakan 1 – 2 orang. Dengan rincian yakni 1 orang dari Italia, 2 orang dari Inggris, 1 orang dari Jerman, 1 orang dari Swiss dan 19 orang dari Indonesia. Ke-19 orang dari Indonesia tersebut merupakan mahasiswa S1/S2 yang berasal dari UI, UGM, ITS, UNIBRAW, UNDIP, TELKOM, UNJ, dan UNTAD. Suatu kebanggaan yang sangat luar biasa ketika UNTAD bisa bersanding dengan kampus ternama yang ada di pulau jawa, bahkan dengan kampus luar negeri. Wakil rektor bidang kemahasiswaan, Asmadi Weri, SH.,MH., mengatakan sangat mendukung keikutsertaan mahasiswa Untad di kancah internasional. “Ini suatu prestasi yang luar biasa, dan harapan ke depannya, mahasiswa yang lainnya juga dapat mencontoh untuk berprestasi di tingkat internasional,” Kata Warek Bima. Selama dua hari pertama, semua pemakalah melakukan presentasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Kemudian di hari ketiga peserta diajak tour ke kampus nomor satu di Eropa yaitu Oxford University. Salah satu tempat yang menarik di Oxford University yaitu Dining Hall, tempat yang pernah digunakan syuting film Harry Potter. Tak ketinggalan juga mereka mengunjungi tempat-tempat menarik lainnya, seperti Big Ben, London Bridge, Tower Bridge, London Eye, Buckingham Palace, pusat perbelanjaan, dan lain-lain. “Cara yang sangat menarik ketika kebudayaan dapat diperkenalkan dalam sebuah game. Namun yang perlu dikaji kembali sebenarnya bagaimana sebuah game yang bersifat edukasi itu? Sedangkan kita lihat bahwa seorang anak menjadi malas belajar karena fokus bermain game. Apalagi kalau anak sudah kecanduan game,” Kata salah satu penilai. “Jadi seolah kontradiksi istilah game edukasi itu. Sebenarnya saya bukan ahlinya di bidang pendidikan, akan tetapi kiranya anda dapat menelaah lebih lanjut mengenai istilah game edukasi itu,” tambahnya. 30 paper terbaik ISIC 2013 telah dinilai dan diberi masukan oleh para dosen Indonesia yang juga berkiprah di dunia Internasional.

Pada tahun ini, Board of Reviewers diketuai Dr. Dessy Irawati Rutten, Ketua Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional . Menurut Dr. Dessy, paper yang telah diikutsertakan di ISIC nantinya akan ditinjau kembali oleh Tim penilai, dan akan dimasukan ke dalam jurnal internasional. “Butuh waktu sekitar 1 sampai 2 tahun untuk menilai papernya, dan kami akan memasukannya ke jurnal internasional buat paper yang terbaik,” jelasnya. Pada penyampaian materi oleh beberapa keynote speaker, telah hadir Prof. David Charles dari University of Strathclyde, yang menyampaikan materi tentang University engagement with the community. “Universitas-universitas harus bergabung dan berkontribusi untuk komunitas-komunitas di sekitarnya,” ujar Prof. David Charles. “Dengan adanya university engagement, komunitas di sekitar lokasi universitas dapat semakin maju, dan dampak baiknya sendiri akan kembali ke universitas tersebut”, ujarnya lagi. Selanjutnya pemateri kedua yaitu Dr. Indra Cahya Uno dari University of Indonesia yang menyampaikan materi tentang faktor-faktor yang menyebabkan pekerja tidak siap menghadapi perubahan dapat berimbas pada perilaku tidak produktif dari pekerja. Kemudian hadir pula Wilbur Ramirez dari BBC membahas tentang “BBC’s The Thoughest Place to be a Binman”. Wilbur bercerita tentang pengalamannya menjadi seorang pemulung sampah di Jakarta. Di hari kedua, para pembicara berikutnya yaitu Jay Arya Putra Singgih membahas materi tentang bisnis. Kemudian hadir pula Rizal Djaafara dari Bank of Indonesia, membahas tentang politik dan ekonomi. Selanjutnya Prof. TM Fauzi Soelaiman MSME memaparkan tentang “Education Atache”. Terakhir Steve Buckle yang merupakan head of higher education british council Indonesia, membahas materi tentang bentuk kerja sama perguruan tinggi antara Indonesia dan UK. Beliau memaparkan berbagai beasiswa dan kesempatan belajar di UK. Pujiati dan Rizky selaku delegasi Untad mengatakan sangat senang sekali dapat mengikuti seluruh rangkaian ISIC 2013. “Kami tak pernah menyangka mendapatkan kesempatan yang sangat luar biasa ini. Banyak manfaat yang kami dapatkan, diantaranya yaitu bisa merasakan atmosfer pendidikan di London, bertambahnya jaringan internasional dalam hal ini dapat teman baru dari berbagai negara, bisa belajar kebudayaan orang Eropa, berwisata, dan bisa merasakan dinginnya musim dingin yang bersuhu 3-10 derajat celcius,” Jelas Puji. Rizky menambahkan bahwa ia sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dalam mempersiapkan keberangkatan ke London. “Terima kasih kepada pihak Untad dan seluruh pihak yang telah membantu kami dalam mempersiapkan keberangkatan ke London. Semua pengalaman yang kami dapatkan di London, insya Allah akan kami bagi ke teman-teman yang lain sehingga dapat memotivasi yang lainnya juga agar dapat mengikuti kegiatan serupa di kemudian hari,” kata Rizky. Kurang lebih selama 5 hari, Puji dan Rizky menghabiskan waktu di London. Waktu yang begitu singkat namun sangat berkesan bagi mereka. Keduanya berharap suatu saat nanti bisa datang kembali ke Inggris. “Semoga ke depannya ada jalan untuk bisa lanjut sekolah di Inggris,” Ungkap Rizky penuh



Share article on

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *